Benci.... benci..benci..benci

17 Desember 2010 | Jumat 00: 24 Malam

Dear my blog
Benci....benci...benci...benci....benci...benci...

aku benci kimia, aku benci farmasi, aku benci....benci....benci....benci....benci....benciiiiiiii :sobrakana:

kenapa kamu tidak lempar aku dengan lumpur, biar aku pergi meninggalkan kamu selama- lamanya. Kenaka kamu harus menyimpan tetesan rasa dalam hati ini. Benciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Aku sayang, cinta dan suka kamu, tapi kenapa?? Benciiiiiiiii. Kenapa aku tidak melepas sepatumu lalu lepar kewajahku??? Biar aku ingat kamu benci aku.
Kenapa harus terukir rasa cinta ini dalam segumpal hati yang kecil ini. Kenapa kamu tidak gunakan pisaumu untuk merobek- robek hati ini ???:tsk:... Biar hati ini tidak bisa merasakan apa yang namanya cinta, dan kasih sayang.

Aku mencoba mengikuti setiap jalur mu!! lalu kenapa aku harus tersiksa seperti ini. Aku ucapkan rasa sayangku, tapi kamu tidak pernah berkata jujur dengan perasaan kamu. Kalau kamu berani, katakan AKU BENCI KAMU,... biar semuanya jelas. Jangan kau buat hati ini seperti irama yang ketika diterpa kesenangan akan berada pada puncak irama dan apabila diguncang dengan kesedihan akan berada didasar irama !!!
Katakan saja apa yang mau katakan tentang aku, jangan buat aku bertanya, bertanya dan bertanya.

Jika saja aku punya seribu hati, aku tidak akan mempermasalahkan masalah ini. Tapi kamu tahu, aku hanya punya satu hati, dan hati ini pernah terluka, hancur berkeping. Lalu aku coba untuk menyusunya kembali. Pelan- pelan dengan kesabaran dan kekuatan yang ada. Sekarang hati itu akan hancur lagi dan akan tidak bisa menebak apakah masih bisa disusun atau tidak jika hati ini kembali hancur ???

Dear my blog
Aku tahu, kamu hanya buku elektronik bagi aku untuk mencurahkan semua amarah, emosiku dan segala kejengkelan serta kesenangan yang aku alami. Aku hanya mencoba untuk menjadikan kamu tempat aku menulis. Menceritakan kepada mereka yang membaca ini untuk tahu, kalau aku sekarang berada pada saat hati tidak lagi seimbang, pikiran sudah kacau. Tak ada ide, inspirasi atau apapun.


Ya Allah, jika Kamu hendak menghukum aku, bolehkan aku meminta satu saja. Walaupun kelak nanti aku mati, buatlah aku merasakan sebenar- benarnya cinta agar hati yang telah rapuh ini masih bisa merasakan keindahan akan cinta

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.