Archive for January 2011

Promise to be "SARJANA"

Aku menangis membaca sms ini, terpukul dan gemetar. TT_TT

Message :
Satu malam satu lembar saja !
Diam & mulailah membaca & menuliskannya !
Bukankah janjimu ingin jadi SARJANA ?
Janganlah membuat mereka meneteskan air mata !
Bukankah harapan mereka tidak mengada- ngada ?
Hanya ingin melihat kamu menjadi SARJANA !
Baju toga itu mengernkan semua keringat mereka !
Menghapus air mata mereka!
Membayar semua pengorbanan mereka!

Ingat...!! Bukan emas & permata sebagai bentuk balas jasa!
Hanya kata- kata sederhana !
SARJANA saja !
Lupakah kau waktu mereka mengantarmu ke kota ?
Mereka pulang lalu bercerita kepada siapa saja,
bahwa anak mereka sekarang kuliah dan menjadi
calon SARJANA
Banggakan mereka

Jujur, buat yang ngirim sms ini, aku terharu membacanya. Ketika aku merasa tidak mampu untuk kuliah, aku tersadar kalau ada orang yang sangat mencintai aku dan ingin melihat aku menjadi seorang SARJANA....

Untuk Bunda & Ayah tercinta, akan kugapai impian kalian. Rismanto akan menjadi SARJANA yang terbaik bagi kalian dan keluarga. Love You Mom & Dad

from +628997377xxx

Posted in | Leave a comment

Kisah Ayah dan Anaknya 1 Jam Rp. 20.000

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?"
sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu
Papa pulang. Sebab aku mau Tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja
sekitar 10jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju
kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya."Kalo satu hari Papa dibayar
Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali
bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar
tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak
pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

Posted in | Leave a comment

"kisah sepotong roti"

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan.
Dia mendapatkan nilai jelek dalam rapor, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata,

“Tentu saja, kue bikinan mama kan enak.”
“Nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.
“Ih,” ujar anaknya.
“Bagaimana dengan telur mentah?”
“Mama bercanda deh..”
“Mau coba tepung terigu atau soda kue?”
“aduhh mam,udah dehh...
Lalu Ibunya menjawab, “ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu.
Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang sangat enak
. ”

ternyata Tuhan bekerja dengan cara yang sama gan. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi ternyata Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancangan-Nya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

"Tuhan tidak akan membimbing kita sampai sejauh ini hanya untuk meninggalkan kita"

Posted in | Leave a comment

Kebohongan Suami terhadap istrinya (Inspiratif)

Hubungan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.

Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.

Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.

Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.

Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.

“Haah, pergi?”. Kata sang istri.

“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Posted in | Leave a comment

Bad day ato Nice Day !!

14 Januari 2011

Di awali dengan pagi yang sial. Shubuhnya kelewat dikit. hufffttttt
Bangun sholat shubuh lalu tidur lagi hingga jam 9 tepat. Mandi dan siap- siap buat pergi kampus.

Hari ini, kuliah terakhir Kimia Dasar. Jujur aku termasuk salah satu dari orang yang sulit memahami yang namanya kimia. Jangankan pahami, lihat aja udah buat aku bingung. Seingat aku, selama di SMA ilmu kimia saya banyak. Tapi banyak tawanya, habisnya gurunya itu kocak banget. Hitungan kasarnya 1% ilmu kimia sisanya tertawa...

Forget it...!!!
Next... Sampai di kampus, ternyata dosennya tidak ngajar. Jadi kita ditugaskan buat presentasi. Oh my God, dalam hati aku berharap aku bukan salah satu yang akan presentasi didepan. Kulihat detik jam yang begitu lambat. Seakan- akan, pengen mutar tuh jam biar cepat pulang. Dan akhirnya..

Ting Tong Ting Tong...!!!
"Derajat Disosiasi" itu suara yang bergema dalam ruangan. Itulah judul berikutnya, dan salah satu judul yang sekarang aku buat.

"Siap buat presentasi ??" tanya bu dosen
"Siap bu !! sahut aku dengan nada yang begitu memelas.

Huffttt !!!
Sambil disiapkan slidenya, aku berharap semunya lancar. LALU ..............

bla bla bla bla bla bla..................TING... Selesai

dan akhirnya dari presentasi tadi dapat disimpulkan
2 Pertanyaan ditambah seluruh ruangan menjadi haru, sedih dan asyik karena ulah teman presentasi aku...

kwwkwkwkwkwkkwwkkwk "SIP BRO" sahut aku sebagai pujian buat Si Mirwan, my partner of basic chemistry..

01.00 PM

Berharap dia sms, tapi nggk mungkin. Karena aku tahu dia tidak bakal sms aku kalau bukan aku duluan.
Jujur aku nggk suka, walau kenyataan aku bisa maklumi. Cuman dalam benak aku, seakan- akan aku nggk pernah di anggap.
Aku mau marah,... sulit.. karena aku bukan orang pemarah. Aku hanya akan menjauh dari orang itu hingga aku bisa menyimpulkan semuanya dengan pemikiran yang dingin.

1234567890-!@#$%^&*()_!@#$%^&*()!@#$%^&*()@#$%^&*()!@#$%^&*()!@#$%^&*()!@#$%^&*()_!@#$%^&*()!@#$%^&*()!@#$%^&*()!@#$%^&*(!@#$%^&*(!@#$%^&*(!@#$%^&*(!@#$%^&*@#$%^&*!@#$%^&*()!@#$%^&*()!@#$%^&*()!@#$%^&*()@#$%^&*()

MAAF AKU MALAS BUAT KETIK
LAGI SAKIT,...
FLU
TENGGOROKAN
DLL

Posted in | Leave a comment

Kisah Tentang AYAH dan Anak Perempuannya

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Posted in | Leave a comment

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.