Search
Blogger templates
Categories
- Karya ku (1)
- Kisah Menarik (6)
- Makassar (1)
- Malam Hari (9)
- Motivasi (1)
- Pagi Hari (1)
Siapa yang tidak kenal Jepang, Negara yang saat ini menjadi kiblat bagi teknologi. Dengan kecanggihan Teknonlogi Robotnya membuat Negara dengan "The Sun" ini disegani oleh lawanya baik dikawasan Asia maupun Eropa. Apalagii Negara Indonesia yang yang merupakan bekas jajahan Jepang. Tapi kita ingat kembali masa- masa Jepang sebelum mencapai masa gemilangnya sekarang. Negara bekas uji coba bom atom dari rivalnya membuat Jepang hancur. Namun semua itu bukan masalah besar bagi mereka, dengan semangat gigih dan perjuangan mereka mencoba bangkit untuk meraih hal yang lebih baik. Bagi Jepang apa yang mereka alami bukan sebagai akhir, tetapi awal yang baru. Berikut prinsip Jepang hingga bisa bangkit dan menjadi Negara yang disegani oleh lawan maupun kawannya :
1. Kerja Keras
Tentu ini motivasi yang patus kita contoh! Sama seperti kebanyakan orang-orang di Asia Timur. Mereka menjadi pekerja keras dalam hidupnya.
Kata mutiara motivasi : Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.
2. Pantang Menyerah
Masyarakat jepang untuk ini benar-benar membuktikannya. Dulu mereka setelah porak-poranda akbiat perang dunia ke II. Hanya membutuhkan waktu tidak lama untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.
Pesan Motivasi : Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, Raihlah dengan kerja keras dan anda pasti SUKSES.
3. Menjaga Kehormatan
Jika kamu sering melihat film atau mungkin mengikuti artikel berita di TV, sesekali pasti mendengar istilah Harakiri yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut. Itu dilakukan oleh masyarakat disana karena mereka tahu malu.
Suatu ketika, hiduplah pohon apel besar
dan anak lelaki yang senang bermain-
main di bawah pohon apel itu setiap
hari. Ia senang memanjatnya hingga ke
pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-
tiduran di bawah teduh dan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula,
pohon apel sangat mencintai anak kecil
itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu
kini telah tumbuh besar dan tidak lagi
bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini
bermain-main lagi denganku," pinta
pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-
main dengan pohon lagi," jawab anak
lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki
mainan, tapi aku tak punya uang untuk
membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf
aku pun tak punya uang; tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku
dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan
uang untuk membeli mainan
Bismillahir rahmanir rahim
Hari ini aku menangis sehabis menelpon keluarga di Ambon. Aku menelpon Ayah dan Ibu untuk melaporkan hasil study kemarin. Sungguh mengecewakan karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yg diharapkan. Nilai yg aku harapkan baik anjlok. Malah termasuk nilai yang tidak lulus. Nilaiku farmasi fisik dapat D sedangkan Kimia Analisiku dapat C. :(
Aku sadar untuk mata kuliah Kimia Analisi aku sulit untuk memahami dengan baik. Jadi aku pasrahkan semuanya. Tapi aku bertanya- tanya dengan nilai farmasi fisik ku. Aku sudah yakin dan berusaha sebaik mungkin dan aku udh mentargetkan nila Farfisku B tapi apalah mungkn kecelakaan atau mungkin kesalahan saya.
Aku menangis sebisa mungkn waktu menelpon ayah dan ibu. Aku menceritakan semua tentang apa yang aku dapat. Alhamdulillah mereka memahami kondisiku, walaupun mereka mengkhawtirkan aku yang menangis, menangis sejadi- jadinya. Aku menangis karena satu hal, aku belum bisa memberikan yang terbaik buat mereka biar mereka tersenyum. Aku meresa bersalah, tapi untunglah ayah dan ibu bisa memaklumi semua itu. Ayah sempat berpesan :
Ris kamu harus ingat, walaupun kamu tahu apa yg kamu kamu pelajari, tapi Allah lebih Maha Tahu. Mungkin saja pada waktu kamu mengisi jawaban itu, pikiran kamu kacau atau kamu di bingunkan oleh Allah. Wallahu alam.
Benar sih ! perkataan ayah, aku paham apa yang aku pelajari, apa yang aku kuliahkan. Mungkin ada faktor lain atau kendala lain yang membuat hasilnya tidak seperti apa yg aku harapkan. Insya Allah aku akan perjuangkan ini lebih baik lagi.
Ayah juga bilang
"Kuliah itu ibarat kita berdagang, hari ini kita dapat nilai jelek kita harus intropeksi diri, kenapa sampai nilai kita jelek. dan mungkin itulah rejeki kita pada hari itu. Sama dengan berdagang, hari ini kita dapat 20 ribu, dan mungkin itulah rejeki kita pada hari itu. karena semua itu urusan Allah, Maha Tinggi, Maha Tahu dan Maha segala- galanya.
Aku juga sadar, mungkin kegagalan ku ini karena ketidakdisplinan aku dalam beribadah, aku rajin beribadah 5 waktu tetapi waktunya sering aku ulurkan.
Y a Allah ampuni hamba mu,.
Ya Allah yg maha tinggi ilmu dan luas pengetahuannya ijinkan aku untuk meraih nikmat ilmu mu. Jadikanlah aku manusia yang bisa mengambil hikmah dari semua ini.
Ayah & Bunda, Insya Allah akan ku berjuang lagi. Untuk memberikan yang terbaik buat kalian. Aku sayang kalian, My Family..
Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.